
PT Optima Bisnis Integra sebagai satu-satunya Authorized Symantec Education Center di Indonesia menyelenggarakan training VCS 5.0 selama 5 hari yang diarrange oleh Symantec Indonesia. Operating System yang digunakan kali ini adalah Solaris 10. Peserta yang hadir 11 orang, dari Excelcomindo, Infracom, Multipolar dan Optima. Sedangkan instrukturnya adalah Mr. Chua Meng Soon dari Malaysia yang sekaligus praktisi Veritas di berbagai negara. Beliau mengajar dalam bahasa Inggris, namun peserta dapat bertanya dalam bahasa Indonesia juga, karena Chua mengerti bahasa Melayu.
VCS dapat menggunakan 32 node, dibanding dengan Sun Cluster yang hanya bisa 16 node.
VCS juga bisa menggunakan public interface sebagai additional low priority heartbeat link yang akan dipromosikan menjadi high priority heartbeat, jika private heartbeat down. Sehingga VCS dapat dikonfigur hanya dengan 2 network interface. Sedangkan Sun Cluster hanya dapat menggunakan private interface sebagai heartbeat, jika server anda hanya mempunyai 2 network interface, harus menggunakan VLAN untuk dapat menggunakan network interface bersama-sama untuk public dan private transportnya.
Protocol yang digunakan untuk heartbeatpun proprietary, sehingga tidak diperlukan IP Address dan performanya lebih bagus, yang disebut Low Latency Transport (LLT). Pada Sun Cluster transport interfacenya (heartbeat) menggunakan TCP/IP, sehingga memerlukan IP Address.
Namun karena performa public heartbeat yang tinggi ini, maka dapat mengganggu LAN. Hal yang menarik yang terjadi di kelas dengan 10 cluster node adalah XManager tidak dapat digunakan ketika public heatbeat diaktifkan. Setelah diselidiki rupanya protocolnya adalah CAFE dan menggunakan broadcast address. Ketika masih bekerja sebagai low priority heartbeat, intervalnya 1 detik. Namun setelah dipromosikan menjadi high priority heartbeat, intervalnya meningkat menjadi setengah detik. Karenanya anda harus mempertimbangkan impact yang ditimbulkan terhadap kinerja network jika ingin menggunakan public heartbeat dengan banyak node.
Disarankan untuk menggunakan VLAN untuk membuat broadcast domain tersendiri untuk public heartbeat.
Kelebihan lainnya, VCS sangat mudah instalasi dan konfigurasinya, apapun operating system yang digunakan. Bahkan tersedia VCS Simulator yang memudahkan dan mempercepat kita dalam melakukan konfigurasi dan dapat melakukan testing terlebih dahulu sebelum deployment, apalagi ke mesin yang live. Tinggal copy file main.cf, kemudian restart VCSnya, beres. Ini yang disebut off line configuration mode, karena VCS juga dapat dikonfigur dengan online mode, menggunakan Cluster Manager (GUI) dan Web Browser atau menggunakan Command Line Inteface. Jangan khawatir, VCS restart dapat dilakukan tanpa merestart aplikasi. Ini adalah kelebihan lain dari VCS dibanding Sun Cluster yang untuk merestartnya harus merestart Operating System. Tentu saja simulator ini juga sangat berguna untuk mempelajari VCS.
Selain dapat diinstal di berbagai Unix Operating System, VCS Simulator juga dapat diinstal pada Microsoft Windows.
Batch training berikutnya diadakan tanggal 17 - 21 November 2008 diikuti oleh peserta dari BRI dan Peremeks, dengan instruktur Bapak Andry.
Pada lab kali ini dilakukan konfigurasi Oracle 10g Failover. Juga sempat dilakukan patching Maintenance Pack (MP) 5.1 yang sangat disarankan, apalagi jika anda menggunakan Oracle dengan C Shell. Setelah selesai patching, pastikan seluruh node sudah menggunakan MP level yang sama. Caranya, jalankan gabconfig -v disetiap node. Jika ada yang belum sempurna patchingnya sehingga berbeda MP levelnya, dapat mengakibatkan node tersebut tidak dapat join membership dengan clusternya. Bersamaan dengan training ini, Optima melakukan instalasi VCS di Telkomsel bersama salah satu peserta, dari Peremeks. Wah, baru selesai training, langsung praktek.
VCS merupakan salah satu option dari Veritas Storage Foundation.
Jika anda memerlukan bantuan instalasi, konfigurasi dan maintenance Veritas, dapat menghubungi Optima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar