
Customized Training ini diadakan di Millenium Information Technology, di Malabe Sri Lanka, sekitar 40 km dari Colombo. Pesertanya dari Sri Lanka Telecom. Alhamdulillah situasi aman, ditengah belum stabilnya kondisi keamanan Sri Lanka.
Solaris System Performance Management membahas performance tuning, dengan case study. Solaris 10 Internals membahas konsep dan cara kerja Solaris, disertai lab DTrace programming, suatu fitur Dynamic Tracing yang baru dari Solaris 10, dan mdb, modular debugger, yang dapat digunakan untuk menganalisa live kernel.
Untuk memonitor performa sistem pada lab digunakan SymbEL (SE) Toolkit yang kompatibel dengan Solaris 10, 9 dan versi-versi sebelumnya.
Berikut ini contoh output dari salah satu script SE yang dapat digunakan sebagai best practice dalam menganalisa performa:
I/O thresholds set at 50.0 ms service time and 20.0 %busy
VM thresholds set at 4000KB min swap space or 200 pages/s max scan rate
CPU max load threshold set at 4.00 processes/CPU in run queue
Net thresholds set at 10.0 packets/s and 1.0 errors/s or 5.0% collisions
Process watcher pid set to 3, process name fsflush, max CPU usage 5.0%
NFS client threshold set at All: srtt=20 (50ms) max NFS round trip
Checking the system every 30 seconds...
Materi yang lain adalah Multiple Page Size Support (MPPS). Performance beberapa aplikasi meningkat secara dramatis response timenya dengan meggunakan MPPS yang tepat. Untuk memeriksa besarnya page size pada proses yang running, dapat digunakan command pmap -s PID. Shared object library yang support MPSS bisa diload kedalam shell environment sebelum proses dieksekusi. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada man mpss.so.1.
Pada lab juga dilakukan pengaturan CPU resource pada server dapat dipilih salah-satu dengan mengaktifkan pool atau menggunakan processor set. Untuk dapat mengubah disposisi dari processor, maka pool harus dinon-aktifkan.
Proses yang running menggunakan CPU tertentu, dapat dipindahkan agar running dengan processor set yang lain sehingga performance dapat merata. Namun hal ini tidak dapat dilakukan pada proses yang CPU-intensive.
Beberapa parameter kernel juga dapat dituning untuk mendapatkan performance yang lebih baik jika sistem mengalami problem dengan memory.
Parameter yang dibahas adalah lotsfree, yang akan mentrigger page daemon memulai melakukan scanning dengan slowscan, yang defaultnya 100 pages/detik. Nilai default dari lotsfree adalah 1/64 dari parameter physmem, atau 512KB.
Kemudian desfree, yaitu jumlah page memory yang selalu dijaga agar free. Nilai defaultnya adalah 1/2 dari lotsfree. Jika desfree tercapai, page daemon akan melakukan scanning memory pages dan mengirimkannya ke disk (pageouts). Proses ini disebut soft swapping, yang akan terjadi jika rata-rata free memory yang tersisa dibawah desfree berlangsung selama 30 detik atau lebih.
Dan minfree adalah jumlah minimum memory yang masih dapat ditolerir oleh sistem, yang akan meningkatkan aktifitas scanner menjadi fastscan yang merupakan maksimum scan rate, yang defaultnya dipilih yang lebih besar, apakah 64MB/s atau 1/2 dari physmem (sistem memori). Besarnya default dari minfree adalah 1/2 dari desfree.
Juga pageout_reserve yang merupakan sejumlah kecil page memory yang direserve oleh proses pageout ayau scheduler thread. Besaran defaultnya adalah 1/2 dari throttlefree, yaitu level memory, dimana kebutuhan memori dari suatu proses akan diblok, dan proses akan dibuat sleep, walaupun jumlah memori mencukupi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Parameter kernel lainnya adalah maxpgio yaitu jumlah maksimum per detik dari pages yang sudah dimodifikasi pada memori, yang dapat diantrikan oleh page daemon untuk dipageout. Defaultnya adalah 40 pages/detik.
Terakhir adalah handspreadpages yang merupakan jarang antara front hand dan back hand pada algorithma clock yang digunakan page scanner untuk mencari memory pages yang tidak terpakai. Defaultya adalah 1/2 dari sistem memori (fastscan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar